Rabu, 14 Maret 2012

opini



EFEKTIFITAS MORATORIUM PNS

Seperti yang telah diketahui bahwa pemerintah mengadakan moratorium terhadap penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Moratorium ini merupakan penghentian sementara terhadap penerimaan pegawai negeri sipil (PNS). Tujuan pemerintah menggadakan moratorium penerimaan PNS adalah karena semakin membengkak dan membludaknya PNS di Negara sekarang ini.
Menurut berita yang dikutip,Moratorium ini dimaksudkan untuk mengurangi APBN dan APBD Negara,karena jumlah pegawai yang membludak membuat semakin tingginya uang yang harus diberikan kepada mereka sebagai balas jasa (gaji). Membengkaknya jumlah PNS menyebabkan alokasi belanja pegawai yang terus membengkak, belum ditambah dengan beban keuangan lanjutan seperti pensiun, tunjangan hari tua, dan lain sebagainya. Anggaran bagi PNS jika digabungkan antara pengeluaran pusat dan daerah diperkirakan mencapai 60 persen dari APBN. Bahkan dibeberapa daerah, belanja pegawai bisa menghabiskan lebih dari 80 persen APBD.
Sebelumnya masyarakat menilai, anggaran untuk belanja pegawai pemerintah saat ini sudah sangat besar dan boros jika dibandingkan dengan produktivitas PNS saat ini yang dipandang rendah.
Rendahnya produktivitas kerja terlihat dari aktivitas pegawai yang begitu santai di hampir semua instansi pemerintah sehingga membuat sistem rantai birokrasi menjadi terlalu panjang dan memicu ekonomi biaya tinggi.
Pemerintah menyatakan bahwa moratorium atau penangguhan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku sejak 1 September hingga 31 Desember 2012 tidak berlaku bagi tenaga honorer yang telah bekerja di lembaga pemerintah sebelum 1 Januari 2005.
Penundaan sementara penetapan formasi untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selain tidak berlaku bagi tenaga honorer, juga dikecualikan bagi kementerian/lembaga yang membutuhkan PNS untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik, tenaga dokter dan perawat pada UPT Kesehatan, jabatan yang bersifat khusus dan mendesak, serta kementerian/lembaga yang memiliki lulusan ikatan dinas sesuai peraturan perundang-undangan.

Kemudian, pengecualian moratorium juga berlaku bagi pemerintah daerah yang besaran anggaran belanja pegawai kurang dari 50 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2011.


Bila dilihat dari efektivitasnya, moratorium ini kurang efektif. Karena dengan diberhentikannya penerimaan CPNS meskipun untuk sementara maka itu sama saja dengan menghambat orang-orang yang punya kreativitas untuk menyalurkan kreativitasnya tersebut.
Jika dilihat dari berbagai fakta bahwa sekarang banyak pegawai yang tidak berkualitas dan terbilang santai di hampir setiap instansi pemerintah,maka dalam penerimaan itu juga sebaiknya diseleksi calon pegawai yang benar-benar berkualitas dan menempatkan orang sesuai pada bidangnya masing-masing,sebagaimana prinsip administrasi dan manajemen yang mengatakan bahwa,”the right man on the right place”,yang artinya menempatkan orang sesuai keahliannya/pada tempatnya.
Sedikit Kritikan juga untuk pemerintah sekarang ini,bahwa sekarang ini kita sebagai warga Negara Indonesia butuh orang-orang yang benar-benar memiliki potensi untuk mengembangkan Negara kita ini,bukan butuh orang yang punya banyak uang. Seperti juga halnya dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil. Kenyataannya, sekarang banyak orang yang berwawasan luas justru tidak bisa diangkat menjadi PNS Cuma karena factor uang. Sedangkan banyak yang pengetahuannya hanya pas-pasan justru sangat cepat menjadi pegawai hanya karena dia memiliki sejumlah uang yang cukup banyak. Yang menjadi permasalahan bukan masalah diangkat menjadi  PNS atau tidaknya,tetapi dengan diangkatnya menjadi PNS maka orang-orang ini akan lebih bisa mengembangkan daya kreatifitasnya sesuai keahliannya masing-masing. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa uang sangatlah penting bagi kelangsungan hidup dan Negara, tetapi bukankah melalui kecerdasan intelektual kita bisa memunculkan kreativitas baru yang bisa menghasilkan uang? Selain hal tersebut saran juga kepada pemerintah bahwa ada baiknya diadakan pemerataan pegawai di seluruh Negara terpencil terutama di daerah-daerah terpencil.
Banyak pendapat mengatakan bahwa alasan tidak meratanya pegawai di Indonesia diakibatkan karena PNS sekarang banyak yang tidak mau melakukan tugasnya di daerah-daerah terpencil dan cenderung maunya ke daerah perkotaan. Kalau pun ada mungkin hanya sebagian kecilnya saja. Kita ini Negara hukum dan penuh aturan,jadi sudah seyogianya pemerintah menegaskan kepada mereka akan kewajibannya,dan jika mereka menolak yang sudah seharusnya menjadi tugas mereka,maka apa boleh buat mereka pun harus menerima konsekuensi tersendiri dari pihak pemerintah.
Jadi mengapa mesti diadakan moratorium penerimaan PNS ini kalau ternyata kita bisa mengatasi  pembengkakan jumlah PNS dengan melakukan seleksi yang terbaik,maka yakinlah keadaan pegawai di Negara ini akan membaik.

cerpen


MAAFKAN AKU SAHABAT
Whaaatt..???
Hanya kata itu yang bisa terlontar dari mulut Raisha setelah membaca pesan masuk di Handphone Ramon,sahabat dekatnya sendiri. Dia hampir gak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Tenang aja mon, pokoknya semuanya beres,saya udah berhasil ngebuat Raisha gak Lulus kompetisi karya Ilmiah “,begitu isi pesan teks tersebut.
Cepat – ceat Raisha menghapus pesan teks tersebut sebelum Ramon kembali dari toilet dan meletakkan HP itu ke tempatnya semula.
Tak lama kemudian Ramon datang.
“sorry yah,lama..” ucapnya meminta maaf.
“iyya gak papa,yuk kita pulang,,aku udah selesai makan nih”, sambung Raisha.
“okelah”,balas Ramon sambil menuju mobil.
Di mobil. Raisha memulai pembicaraan.
“eh, Mon,kira-kira aku lulus kompetisi karya Ilmiah itu gak yah..??
“yahh moga-moga aja Sha”, balasnya singkat.
1 minggu kemudian,tibalah saatnya pengumuman bagi  yang mengikuti kompetisi.
Raisha datang ke kampus lebih awal,,tetapi alangkah kecewanya ketika dia melihat papan pengumuman yang ramai dikunjungi Mahasiswa lainnya. Tak satu tulisan pun yang bertuliskan namanya. Seketika air matanya meleleh ke pipi lembut yang putih mulus itu. Dia tidak habis pikir,kenapa bisa dia tidak lulus padahal dia yakin betul kalau dia akan lulus dan berharap bisa mengikuti pelatihan di Luar Negeri(Amerika).
Di sudut samping lapangan terdengar Ramon berbicara dengan seseorang melalui via ponsel. Tak lama kemudian wajah  Ramon terlihat bingung setelah menerima telfon,tampaknya dia sudah tahu lebih dulu apa yang terjadi kepada Raisha.
Tak lama kemudian Raisha datang menemui Ramon yang masih berdiri di sudut samping lapangan. Dia datang dengan wajah sedih. Ramon pura –pura tak mengetahui keadaan sebenarnya.
“ada apa Raisha? Kenapa kamu terlihat sedih?”tanyanya.
“aku gak lulus kompetisi itu mon,padahal aku udah yakin banget kalau aku bakal lulus dan bisa mengikuti pelatihan itu di luar negeri”,jawab Raisha.
“kan aku udah bilang sha, kamu gak usah ikut acara gituan,bikin repot aja” sahutnya.
“lho,kenapa kamu berkata seperti itu? Ini kan kegiatan bermanfaat,atau jangan-jangan ini semua ada hubungannya dengan kamu ya Mon?
“Apa maksud kamu Raisha?” Tanya Ramon.
“kamu kan yang menyebabkan aku gak lulus kompetisi itu..mendingan kamu juju raja dehh,,aku udah baca semua SMS di HP kamu. Ternyata kamu bukan seorang teman baik seperti yang aku kira yah Mon,,kamu ternyata lebih jahat dari siapapun”,terang Raisha sambil beranjak pergi meninggalkan Ramon.
Ramon kini hanya terdiam menyesal. Sekarang dia tidak tahu mesti berbuat apa. Ini semua dia lakukan untuk keselamatan Raisha.
Pasalnya,seminggu sebelum pengumuman itu,Ramon ditelefon oleh seorang cewek,dia mengancam akan membunuh Raisha jika saja Raisha lulus dalam kompetisi itu dan berhasil mendapatkan beasiswa plus pelatihan ke luar negeri. Cewek itu mengaku tidak rela jika nantinya Raisha akan bisa merebut posisinya. Jadi dia menyuruh Ramon melakukannya dan membuat seolah-olah Ramon lah yang memang menginginkan hal tersebut terjadi karena dia tau kalau dia adalah teman dekat Raisha. Namun Ramon gak tega melakukannya dan dia menyuruh salah seorang kenalannya di kampus untuk melakukannya. Meski begitu Ramon gak berani cerita ke Raisha soal hal yang sebenarnya
Beberapa minggu bahkan bulan Raisha terus menjauhi Ramon. Dia tidak ingin melihat muka Ramon yang baginya adalah seorang pengkhianat. Namun Ramon adalah seorang sahabat yang baik,dia mengerti posisi Raisha,dia juga tidak membenci Raisha. Dia yakin suatu saat RAisha mau memafkannya.

Di suatu malam terdengar bel berbunyi di rumah Raisha. Tak lama kemudian ia keluar untuk membuka pintu. Tapi yang didapatkannya hanyalah secarik surat dan sebuah Handphone. Surat itu singkat dan bunyinya seperti ini
“raisha,maaf. Aku tak bermaksud melakukan semuanya. Aku hanya ingin kau tak terluka.kalau kau tak percaya kau bisa mendengarkan rekaman yang ada di Handphone ini. Saat kamu membaca ini mungkin aku tidak bisa bertemu kamu lagi. Ramon “
Ramon sengaja memberikan sahabatnya HP tersebut karena pembicaraannya dengan cewek itu dulu sempat dia rekam. Namun kini Ramon hanya menunggu saat-saat terakhirnya di ruang perawatan karena sebentar lagi penyakit Leukimia akan segera menyudahi hidupnya. Raisha meneteskan airmata akan kesalahannya selama ini menuduh sahabatnya sebagai orang yang jahat.
Dia segera berlari ke RS tempat Ramon dirawat. Sesampainya di sana sahabatnya sudah sekarat.
“Ramon,maafkan aku,, selama ini aku tidak pernah mau bertemu kamu dan mendengarkan penjelasan kamu”,ucapnya berurai air mata.
 Ramon mengangguk perlahan,lalu tiba-tiba menutup mata menahan rasa sakit dan tertidur untuk selamanya.


Created by : Rhara