MAAFKAN
AKU SAHABAT
Whaaatt..???
Hanya kata itu yang bisa terlontar dari mulut Raisha setelah
membaca pesan masuk di Handphone Ramon,sahabat dekatnya sendiri. Dia hampir gak
percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Tenang aja mon, pokoknya semuanya beres,saya udah berhasil
ngebuat Raisha gak Lulus kompetisi karya Ilmiah “,begitu isi pesan teks
tersebut.
Cepat – ceat Raisha menghapus pesan teks tersebut sebelum
Ramon kembali dari toilet dan meletakkan HP itu ke tempatnya semula.
Tak lama kemudian Ramon datang.
“sorry yah,lama..” ucapnya meminta maaf.
“iyya gak papa,yuk kita pulang,,aku udah selesai makan nih”,
sambung Raisha.
“okelah”,balas Ramon sambil menuju mobil.
Di mobil. Raisha memulai pembicaraan.
“eh, Mon,kira-kira aku lulus kompetisi karya Ilmiah itu gak
yah..??
“yahh moga-moga aja Sha”, balasnya singkat.
1 minggu kemudian,tibalah saatnya pengumuman bagi yang mengikuti kompetisi.
Raisha datang ke kampus lebih awal,,tetapi alangkah kecewanya
ketika dia melihat papan pengumuman yang ramai dikunjungi Mahasiswa lainnya.
Tak satu tulisan pun yang bertuliskan namanya. Seketika air matanya meleleh ke
pipi lembut yang putih mulus itu. Dia tidak habis pikir,kenapa bisa dia tidak
lulus padahal dia yakin betul kalau dia akan lulus dan berharap bisa mengikuti
pelatihan di Luar Negeri(Amerika).
Di sudut samping lapangan terdengar Ramon berbicara dengan
seseorang melalui via ponsel. Tak lama kemudian wajah Ramon terlihat bingung setelah menerima
telfon,tampaknya dia sudah tahu lebih dulu apa yang terjadi kepada Raisha.
Tak lama kemudian Raisha datang menemui Ramon yang masih
berdiri di sudut samping lapangan. Dia datang dengan wajah sedih. Ramon pura
–pura tak mengetahui keadaan sebenarnya.
“ada apa Raisha? Kenapa kamu terlihat sedih?”tanyanya.
“aku gak lulus kompetisi itu mon,padahal aku udah yakin banget
kalau aku bakal lulus dan bisa mengikuti pelatihan itu di luar negeri”,jawab
Raisha.
“kan aku udah bilang sha, kamu gak usah ikut acara
gituan,bikin repot aja” sahutnya.
“lho,kenapa kamu berkata seperti itu? Ini kan kegiatan
bermanfaat,atau jangan-jangan ini semua ada hubungannya dengan kamu ya Mon?
“Apa maksud kamu Raisha?” Tanya Ramon.
“kamu kan yang menyebabkan aku gak lulus kompetisi
itu..mendingan kamu juju raja dehh,,aku udah baca semua SMS di HP kamu.
Ternyata kamu bukan seorang teman baik seperti yang aku kira yah Mon,,kamu
ternyata lebih jahat dari siapapun”,terang Raisha sambil beranjak pergi
meninggalkan Ramon.
Ramon kini hanya terdiam menyesal. Sekarang dia tidak tahu
mesti berbuat apa. Ini semua dia lakukan untuk keselamatan Raisha.
Pasalnya,seminggu sebelum pengumuman itu,Ramon ditelefon oleh
seorang cewek,dia mengancam akan membunuh Raisha jika saja Raisha lulus dalam
kompetisi itu dan berhasil mendapatkan beasiswa plus pelatihan ke luar negeri.
Cewek itu mengaku tidak rela jika nantinya Raisha akan bisa merebut posisinya.
Jadi dia menyuruh Ramon melakukannya dan membuat seolah-olah Ramon lah yang
memang menginginkan hal tersebut terjadi karena dia tau kalau dia adalah teman
dekat Raisha. Namun Ramon gak tega melakukannya dan dia menyuruh salah seorang
kenalannya di kampus untuk melakukannya. Meski begitu Ramon gak berani cerita
ke Raisha soal hal yang sebenarnya
Beberapa minggu bahkan bulan Raisha terus menjauhi Ramon. Dia
tidak ingin melihat muka Ramon yang baginya adalah seorang pengkhianat. Namun
Ramon adalah seorang sahabat yang baik,dia mengerti posisi Raisha,dia juga
tidak membenci Raisha. Dia yakin suatu saat RAisha mau memafkannya.
Di suatu malam terdengar bel berbunyi di rumah Raisha. Tak
lama kemudian ia keluar untuk membuka pintu. Tapi yang didapatkannya hanyalah
secarik surat dan sebuah Handphone. Surat itu singkat dan bunyinya seperti ini
“raisha,maaf. Aku tak bermaksud melakukan semuanya. Aku hanya ingin kau
tak terluka.kalau kau tak percaya kau bisa mendengarkan rekaman yang ada di
Handphone ini. Saat kamu membaca ini mungkin aku tidak bisa bertemu kamu lagi.
Ramon “
Ramon sengaja memberikan sahabatnya HP tersebut karena
pembicaraannya dengan cewek itu dulu sempat dia rekam. Namun kini Ramon hanya
menunggu saat-saat terakhirnya di ruang perawatan karena sebentar lagi penyakit
Leukimia akan segera menyudahi hidupnya. Raisha meneteskan airmata akan
kesalahannya selama ini menuduh sahabatnya sebagai orang yang jahat.
Dia segera berlari ke RS tempat Ramon dirawat. Sesampainya di
sana sahabatnya sudah sekarat.
“Ramon,maafkan aku,, selama ini aku tidak pernah mau bertemu
kamu dan mendengarkan penjelasan kamu”,ucapnya berurai air mata.
Ramon mengangguk
perlahan,lalu tiba-tiba menutup mata menahan rasa sakit dan tertidur untuk
selamanya.
Created by : Rhara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar